Memahami arti “OSPEK”


Genderang Orientasi Studi Pengenalan Kampus (OSPEK) -atau apapun istilah lainnya- mulai tingkat Universitas, Fakultas, Jurusan,  dan Program Studi sebentar lagi akan ditabuh di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Di luar program dan waktu kegiatan di atas, tidak ada lagi kegiatan lainnya yang mengembel-embeli penyambutan mahasiswa baru. Berbagai rambu berbentuk peraturan dan petunjuk teknis pelaksanaan OSPEK telah dikeluarkan baik oleh Rektor selaku pimpinan universitas, dekan selaku pimpinan fakultas, dan ketua jurusan/program studi selaku pimpinan jurusan/program studi. Tinggal sekarang adalah bagaimana mengimplementasikannya di lapangan. Disini diperlukan kesadaran bersama antara panitia pelaksana, peserta OSPEK,  dosen pembimbing dan pejabat yang terkait dalam melakukan kegiatannya sesuai dengan tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawab (TUPOKSIWAB) masing-masing.

OSPEK perlu dilaksanakan, sesuai dengan namannya Orientasi Studi Pengenalan kampus  berfungsi untuk membimbing mahasiswa baru dari situasi pendidikan di tingkat Sekolah Lanjutan Atas ke Tingkat Perguruan Tinggi. Sehubungan dengan itu, materi yang diberikan di setiap tingkatan pasti berbeda. Di tingkat universitas mahasiswa baru diperkenalkan dengan sejarah berdirinya universitras, dasar perjuangan, visi, misi, tujuan, peran universitas dan berbagai organisasi kegiatan mahasiswa tingkat univarsitas. Di tingkat fakultas memperoleh materi visi, misi, tujuan , peran fakultas, berbagai prosedur kegiatan bidang akademik, keuangan, kemahasiswaan, dan organisasi kemahasiswaan tingkat fakultas. Di tingkat jurusan/program studi memperoleh materi visi, misi, tujuan, peran jurusan/program studi, prosedur kegiatan akademik dengan memperkenalkan kurikulum sampai melakukan perwalian akademik, dan kegiatan kemahasiswaan tingkat jurusan/program studi.

Mengingat fungsi OSPEK mengenalkan mahasiswa baru dari dunia sekolah ke dunia kampus, maka OSPEK yang berbentuk PERPELONCOAN wajib ditinggalkan. OSPEK yang dilaksanakan di Orde Reformasi harus berbeda dengan pelaksanaan OSPEK di orde sebelumnya. OSPEK Orde Reformasi ditandai dengan tumbuhnya sikap menghargai nilai-nilai & martabat  kemanusiaan, misalnya tidak ada bentakan bentakan dan sebutan-sebutan yang merendahkan derajat manusia, tidak ada tugas-tugas yang dibebankan ke mahasiswa baru yang melecehkan derajat manusia. Ditandai pula dengan bersikap hemat tidak boros, misalnya tidak menyuruh mahasiswa baru membawa barang-barang yang tidak ada kaitannya dengan keperluan mahasiswa sehari-hari semisal jengkol, petai, kerincing, dot, kaleng,  dan barang-barang lain yang nyata nyata secara akademik  tidak berguna  bagi keperluan hidup sehari-hari mahasiswa baru.

Merupakan  sikap pengecut yang tidak berdasar jika ada mahasiswa senior menanamkan sikap kewibawaan kepada mahasiswa baru dengan membentak-bentak atau memberi tugas yang melecehkan derajat kemanusiaan. Biasanya tindakan itu dilakukan oleh mahasiswa senior yang frustrasi karena gagal di bidang kademik dengan Indeks Prestasi Kumulatif yang rendah, mencoba menutup kekurangan diri nya dengan menonjolkan ke”aku an” nya di bidang lain agar mendapat pengakuan dari mahasiswa di sekitarnya. Dalam istilah psikologi mahasiswa tersebut bersublimasi.

Rasullullah telah memberi teladan kepada kita bagaimana menumbuhkan kedisiplinan dan kewibawaan yaitu dengan jalan memberi teladan,  baik kata maupun  perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap hormat mahasiswa baru kepada mahasiswa senior akan tumbuh jika mahasiswa senior pun menghormati mereka. Ketika mahasiswa senior membentak-bentak dan memberi tugas yang melecehkan derajat manusia dampak yang timbul dari mahasiswa baru bukan rasa hormat namun rasa dendam, bukan sikap kritis namun apatis, bukan pula sikap demokratis melainkan egoistis.

Flora yang tidak memiliki akal dan hati, ketika tumbuh berupa tunas diberi pupuk yang bagus dengan kadar ukuran yang tepat, disiram secara teratur, dibasmi hama pengganggunya pasti akan tumbuh berkembang menjadi tumbuhan yang subur. Lebih-lebih mahasiswa baru yang nota bene berakal dan berhati, jika diberi pupuk berupa pengenalan-pengenalan dunia kampus yang dilandasi nilai-nilai Ilahiyah; disiram dengan tuntunan sikap, bahasa, dan perbuatan dari para mahasiswa senior yang menyejukan hati; dibasmi hamanya dengan jalan diberi arahan & jalan keluar aspek-aspek negatif kehidupan kota, dan  aspek-aspek negatif kahidupan mahasiswa yang gagal berprestasi di bidang akademik dan non akademik,  so pasti ketika hari pertama  mahasiswa baru mengikuti kuliah di dalam benaknya sudah siap tertanam rasa tanggung jawab didalam dirinya. Tanggung jawab terhadap tuntutan keluarga juga masyarakat sekitarnya bahwa Aku datang ke UNJA dengan satu tujuan BELAJAR!, baik bidang akademik maupun non akademik. Dengan mengikuti kuliah yang rajin, mengikuti kegiatan dunia kemahasiswaan yang teratur, Insya Allah harapan orang tua dan keluarga  bahwa anak nya dikuliahkan agar mampu mengubah status sosial ke arah yang lebih baik dikelak kemudian hari akan terwujud.

Selamat datang didunia para intelektual yang cerdas dan islami yang penuh dengan kreativitas serta akhlak yang menjadikan diri yang berkepribadian sempurna. (rdi)

 (Diterbitkan dalam H2N edisi Pertama)

sumber : http://hmiekonomiunja.wordpress.com/2009/05/09/mahasiswa-dulu-dan-saat-ini/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s